Jumat, 23 Agustus 2013

Cinta.. Begitulah Cinta..

Sebuah renungan, buat para suami, para istri juga buat mereka yang belum menikah. Kisah nyata yang indah untuk contoh kita semua, kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV. Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Ini cerita nyata, beliau adalah bapak Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yang diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silahkan baca dan dihayati.
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.
Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.
Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa,tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari…ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati-hati anak yg sulung berkata,”Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak…. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2, “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami suda tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya.
”Anak-anakku… Jikalau pernikahan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah… tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit..”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno….dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.
Disitulah Pak Suyatno bercerita, ”Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit.”
sumber: www.jabal-uhud.com

Sabtu, 10 Agustus 2013

Menulis saja

Bismillahirrahmanirrahim
Menulis mungkin perkara mudah bagi orang lain. Merangkai kata, menuangkan ide/gagasan yang tiba - tiba menyeruak memenuhi kepalaku, adalah hal yang teramat sulit untuk kutuliskan. Sekian kata yang melintas bahkan harus rela lenyap dari ingatanku, karena tak jua dapat kutuangkan menjadi sebuah tulisan. Begitu sulitnya, sehingga aku berjuang keras memaksa jemariku untuk merekam jejaknya pada blog yang hampir tak pernah kusentuh bertahun-tahun sejak pembuatannya pertama kali. Aah... akhirnya, hanya berbaris kata ini yang kuharap menjadi pembuka jalanku untuk menyukai kembali dunia menulis ku. Semoga menjadi sumber kebaikan terutama untukku. Amin.

Sabtu, 08 Oktober 2011

seacyberclass

Seacyberclass
Bismillahirrahmanirrahim
Para guru mata pelajaran mengikuti pelatihan seacyberclass yang dilaksanakan oleh SEAMOLEC bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kutai Timur. Pelatihan ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah selama dua hari, Jum'at dan Sabtu tanggal 07 - 08 Oktober 2011. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pembelajaran berbasis e-learning dan media video streaming sehingga memudahkan guru dalam proses belajar mengajar.

Dipandu oleh kepala SMK Muhammadiyah 1 Sangatta, Pak Jamhari dan dibuka oleh Pak Wagiman mewakili kepala Dinas Pendidikan kab. Kutai Timur, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dari sekolah menengah umum dan kejuruan di Kutai Timur, yaitu SMKN 1 Sangatta Utara, SMAN 1 Sangatta Utara,SMAN 2 Sangatta Utara, SMAN 1 Sangatta Selatan, SMK Keperawatan, SMK Nusantara, SMK Hasanuddin, SMK Islam Nurul Hikmah serta tuan rumah SMK Muhammadiyah 1 Sangatta.

Hari pertama, pelatihan dimulai dengan pengenalan tentang apa itu SEAMOLEC, visi dan misi, motto serta program kerja SEAMOLEC oleh Bu Nursa'adah. Hari kedua, sosialisasi SMS atau Seamolec Multi Studio yang dipandu oleh Pak Edwin. SMS merupakan media pembelajaran menggunakan video streaming dan wirecast. Selain itu, peserta mengikuti sosialisasi tentang E-Learning, pembelajaran dengan media elektronik oleh Pak Dadang.


 Kegiatan ini menghadapi beberapa kendala teknis, dengan adanya pemadaman listrik di sekitar wilayah SMK Muhammadiyah selama beberapa jam. Sehingga kegiatan ini harus ditunda dan dilanjutkan kembali pada hari Ahad. Pada hari Ahad peserta mempelajari pembuatan Email dan Blog serta latihan ujian bersama mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan media ICT.

Harapannya, kegiatan ini dapat diterapkan di sekolah dan mendapat dukungan dari sekolah, dinas Pendidikan serta pemerintah Kab. Kutai Timur sehingga kegiatan pembelajaran menggunakan media ICT bisa dikembangkan di Kab. Kutai Timur.